Menjadi Penikmat Vespa

IMG_20160215_110140.jpg

Vespa ya…

Rasanya tuh udah lama banget aku nggak naik vespa jarak jauh (maksudnya dalam jarak lebih dari 3 KM). Terakhir aku diboncengin sama kakak sepupu yang bernama Mas Ando. Waktu itu Mas Ando masih muda, dan aku masih unyu banget. Jadi entah karena alasan apa Mas Ando ini dapat tugas untuk jemput aku dirumah.

Perjalanan dari Ciledug menuju Mayestik (rumahnya Mas Ando) terasa jauh banget ketika naik vespa. Jalannya pelan, jarang nyalip, ditambah tiap ada cewek bening sedikit Mas Ando pasti bunyiin klaksonnya yang kayak suara tukang roti, wkwkwk. Lalu setelah itu Mas Ando menikah dan mengganti vespanya dengan motor matic.

Pada Bulan April 2015 lalu, aku sempat dibonceng motor vespa milik Jordy dari rumahnya menuju basecamp Pachepala sebelum berangkat ke Gunung Cikuray. Rasanya tuh grogi karena udah lama nggak naik vespa. Tapi ya itu termasuk dalam jarak dekat, nggak lebih dari 3 KM.

 ***

IMG_20160217_110546.jpg

Jum’at, 12 Februari 2016

“Udah din, tenang aja. Nanti biar Ipul jemput lu di kantor.”

Begitulah isi bbm dari Hanum. Yang artinya, perjalananku nanti sore bakalan aman alias nggak usah repot cari tebengan untuk pergi ke rumah Nurul. Iya, kami dari genk vesPACHEPALA mau menjenguk Nurul yang baru sembuh dari sakit DBD.

Lalu aku ingat, Ipul ini motornya berjenis vespa. Dan alamat rumah Nurul letaknya jauh banget, yaitu di Legok – Tangerang. Oke sip, sepertinya aku akan mengalami yang namanya naik vespa jarak jauh.

Begitu jam menunjukkan pukul 16.15 WIB, aku keluar kantor dan mencari Ipul yang ternyata lagi jongkok di dekat parkiran motor. Suasananya tuh gerimis mendung gimanaaa gitu. Perjalanan menuju Daan Mogot juga diselingi dengan kemacetan lalu lintas. Setelah kurang dari satu jam, aku sampai di Daan Mogot untuk bertemu dengan teman-teman yang lainnya.

Perjalanan di lanjutkan ke arah BSD untuk menjemput Amel terlebih dahulu. Aku naik vespa dibonceng Ipul, Hanum naik vespa dibonceng Pras, Bang Ubay dan Amir bergantian nyetir pakai vespa Amir, Bang Ummay dengan motor bebek, sedangkan Kageng, Maul dan Arief menggunakan motor matic.

Sebenarnya aku agak pegal juga naik motor vespa. Bukannya apa-apa ya, aku bingung harus pegangan dimana. Di jok belakang jaraknya sempit, jadilah sepanjang jalan pegangan ujung jok depan, dengan posisi tangan tertekuk yang lama-lama bikin pegal.

Perjalanan dimulai dari Daan Mogot menuju BSD. Melewati daerah Kalideres yang macetnya ampun-ampunan dan banyak genangan air setelah hujan.

Lalu kami berhenti didepan Pom Bensin untuk menunggu Pras. Saat berhenti itu, aku lihat Bang Ubay menyapa dua orang berambut gimbal yang sedang jongkok di pinggir jalan. Penampilannya agak lusuh, dan tanpa alas kaki alias nyeker.

Dengan santainya Bang Ubay mengobrol dengan mereka, membagi rokok serta mencarikan tali entah untuk apa. Ternyata eh ternyata, mereka itu anak vespa juga, yang teman-temannya pada parkir didalam Pom Bensin. Oalah 😀

Perjalanan panjang masih berlanjut. Sesekali Hanum teriak memanggil dari ujung jalan (emang norak si hanum, ahahaha). Kami semua juga saling tunggu-tungguan kalau ada yang jaraknya jauh. Nah, ditengah jalan itu vespanya Pras sempat mengalami sesuatu (isi sendiri deh Pras sesuatunya itu apa, daku nggak ngerti vespa). 3 motor menunggu sekitar 15 menit didekat warung sebelum flyover. Ternyata itu vespanya Pras langsung sembuh karena usapan Bang Ubay (ciyehelah).

Setelah menjemput Amel, perjalanan dari BSD menuju Legok dilanjutkan kembali.

“Berapa lama lagi Mel dari sini?” tanya kami semua ke Amel.

“Deket kok, paling setengah jam juga sampe.”

“Setengah jam kalau naik motor matic. Kalau naik vespa berapa jam???”

Dan Amel cuma nyengir lebar.

Bertamu ke rumah Nurul itu, perjalanannya berjam-jam, jenguknya cuma setengah jam. Itu juga kami nyusahin Nurul karena ngabisin jajanan. Maafkan kami ya Nurul 🙂

Kondisi Nurul Alhamdulillah udah sehat. Bapak dan Ibunya juga ramah banget. Ternyata si Om dulunya juga anak vespa. Jadi nyambung kalau bercanda sama cowok-cowok. Setelah menghabiskan se teko kopi hitam, kami pun pamit pulang pada keluarga Nurul.

Tapi begitu keluar gang rumah, ban motor Amir bocor. Kami semua diminta untuk jalan duluan. Agak panik juga karena sudah didaerah Serpong, Bang Ubay dan Amir belum kelihatan.

Lalu saat kami sampai di dekat WTC, wussshhhhhh… Bang Ubay melewati kami dengan cengiran lebar. Ternyata Bang Ubay ini emang master vespa ya.

Sayangnya, begitu sampai didaerah Kunciran, ban vespa Ipul bocor dong 😦

Dengan panik aku menghubungi nomor telepon Kageng. 10 menit kemudian Kageng putar balik untuk menjemputku. Karena udah malam, aku diminta untuk naik motor bersama Hanum. Ternyata yang lain udah jauh banget naik motornya, pantas aja nggak ada yang nyamperin aku.

Bagaimana nasib Ipul? Lagi berusaha untuk ganti ban dan mengisi angin pada ban serepnya yang ternyata kempes juga. Kageng bilang, aku dan Hanum pulang aja, biar mereka yang menunggu Ipul.

***

IMG_20160217_110529.jpg

Sesampainya dirumah, aku jadi cengengesan kalau mengingat acara naik vespa tadi. Seruuu banget! Ada beberapa pelajaran yang aku dapat dari pengalaman naik vespa. Ini pendapat aku aja sih, yang amatir, yang nggak ngerti kendaraan, yang selalu menjadi penumpang (iya ngaku, aku nggak bisa mengendarai jenis kendaraan apapun).

  1. Rasa kekeluargaan. Kayaknya bukan cuma vespa aja sih, semua genk motor emang punya rasa kekeluargaan yang tinggi. Bang Ubay yang selalu tegur sapa pada semua anak vespa. Juga Ade yang selalu cerita tentang suka duka ketika touring motor (ya emang sih kalau touring gitu motornya beda-beda). Yang jelas, menunggu teman dan memastikan mereka dalam kondisi aman adalah sebuah kewajiban.
  2. Ban serep. Naik vespa itu cenderung lebih rawan. Ban-nya kecil, dan juga cepet kempes. Makanya di setiap vespa kayaknya ada benda bernama ban serep. Tapi jangan lupa di cek kondisi ban serepnya. Jangan kayak Ipul, bawa ban serep, tapi ban serepnya kempes juga.
  3. Menikmati perjalanan. Bagaimanapun kondisi dan situasinya, cobalah untuk menikmati sebuah perjalanan. Ban bocor, nunggu teman yang entah udah sampai mana, kecepatan motor yang terasa pelan. Semuanya, coba dinikmati biar hidupmu lebih asik. Ketika ban bocor dan menunggu teman, waktu itu bisa dipakai untuk istirahat sebentar. Ketika vespa melaju pelan, waktu itu bisa digunakan untuk menikmati suasana malam. Yang jelas sih #bawaadem dan #janganlari

 

Catatan:

Sewaktu kecil, Bapak ku juga punya vespa lho. Tapi aku lupa rasanya naik vespa jarak jauh itu kayak apa. Seingat aku sih, aku sukanya berdiri didepan sambil pegangan kaca spion, huehehe.

Foto-foto diatas merupakan koleksi dari vesPACHEPALA yang aku todong dari Pras. Yaitu beberapa perjalanan mereka yang menggunakan vespa. Dan aku suka banget foto di waduk Jatiluhur. Itu vespanya kelihatan kece berpadu dengan alam.

Jadi, kapan kita kemana lagi gitu naik vespa? 🙂

Advertisements

27 thoughts on “Menjadi Penikmat Vespa

  1. saya suka vespa .. sebatas suka aja untuk melihatnya, suka sama vintage-nya … tidak untuk memiliki 🙂
    memang salut sama kekeluargaan anak vespa … mau aliran rat scooter atau klimis .. kalau ada apa2 .. tetap saling bantu .. top dehh

    Like

  2. dari pengamatan selama ini solidaritasnya anak vespa kental banget. soalnya kalo bawa vespa dan cuma berhenti di pinggir jalan sekadar istirahat, ada anak vespa lewat pasti berhenti sekadar nanyain ada apa. 😀
    jadi inget guyonan yang pernah dilontarkan temen, di beberapa tipe, tanda belok vespa itu jauh lebih mahal daripada motornya, soalnya nggak ada lampu sein otomatis ya pake tangan. :mrgreen:

    Like

  3. Iya itu vespa, salut deh sama anak-anak vespa. Apalagi yg dimodif2 ada yg mirip mobil F1, dll. Kreatif dan emang sih kekeluargaan mereka diacungi jempol.
    Hahah kalo aja anak2 hobi utak atik vespa seindonesia dikumpulin, kayaknya kita bisa deh bikin 1 unit vespa otentik dari negeri sendiri. #apasih ngayal haha

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s