Kaleidoskop 2016

14222301_1213188762071629_4121170738237476672_n.jpg

Berhubung aku anaknya penasaran banget sama postingannya Syera dan Vallendri, jadi aku kepengen lah ikutan Kaleidoskop 2016. Tujuannya sih untuk mengingat ada apa aja sih disetiap bulannya. Soalnya ada beberapa kejadian yang belum aku tulis disini. Biasa, dini mah orangnya malesan.

Oke, selamat menikmati 🙂

***

1.   Januari

Pertama kalinya aku kenal Jungle Ghost, sebuah komunitas yang mengadakan kegiatan Tamasya Kasih sama adik-adik yang berasal dari Yayasan Setya Bumi Nusantara. Hari itu terasa nyenengiiiinnnnnn banget. Soalnya aku bisa keliling Ragunan sama adik-adik. Dan pastinya dapat teman baru segambreng. Tapi, aku nggak masuk kedalam komunitas tersebut. Aku cuma jadi partisipan dan tim hore.

2.   Februari

Alhamdulillah bisa jodoh sama Atap Jawa Barat. Masih suka banget sama yang namanya naik gunung dan jalan-jalan. Setelah di awal bulan naik gunung, akhir bulannya aku ikutan kemping barengan sama Cetan Nangin (clan Jungle Ghost Tangerang) di Bukit Golf Cibodas. Seru banget lah pokoknya!

3.   Maret

Awal Maret dibuka dengan jalan-jalan santai bareng Cetan Nagin ke Pulau Untung Jawa. Lumayan lah ya untuk ngilangin kangen laut. Lalu sesudah pertengahan Maret aku datang ke acara Jungle Ghost di buper Ragunan. Disana ku kumpul sama Kak Sulis dan tim yang bakal ikut ke Argopuro, sebelum aku pergi ke Green Canyon. Oiya, ini pertama kalinya aku ketemu langsung sama F. Biasanya sih lewat grup whatsapp doang berisiknya. Masih biasa aja, masih bodo amat, pokoknya masih biasa aja deh. Akhir Maret ditutup dengan mengunjungi adik Niken didaerah Cimanggis (kalau nggak salah). Sedikit cerita ya, adik Niken ini menjadi tulang punggung keluarganya dikarenakan si ayah masuk rumah sakit, dan si ibu juga terkadang sakit. Jadi Niken memulung setelah pulang sekolah. Rasanya terharu banget lihat wajah Niken yang selalu senyum. Duh dek, jadi anak kuat ya sampai kamu dewasa. Masih dengan Cetan Nagin yang emang punya jiwa sosial yang tinggi.

4.   April

Bosan jalan-jalan jauh, akhirnya aku yang masih nempel sama anak-anak Cetan Nangin ikutan berkunjung ke Masjid Agung Nurul Yaqin (Masjid Pintu 1000) yang ada di Tangerang. Kami naik motor lima orang, dan begitu sampai sana, ternyata ruangan yang atas nggak boleh dibuka. Jadi dibukanya kalau ada acara khusus semacam Maulid Nabi. Sebenarnya berkunjung kesini biasa aja, sampai pas masuk ke dalam ruangan, duduk sejajar, dan lampu dipadamkan, Subhanallah… sediiiihhhhh banget rasanya. Apalagi saat bapak yang mengantar mulai mengucapkan kalimat-kalimat yang menusuk. Keluar dari sana mata kami merah semua, dan jadi inget dosa.

5.   Mei

Setelah dimarahin satu grup Argopuro, akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke Gunung Semeru. Sayang sih harus dadah-dadah sama Argopuro, tapi mau gimana lagi (edisi menghibur diri). Sesudah mereka semua balik dari Argopuro, mulailah diledekin abis-abisan sama F. Sampai itu juga aku masih biasa aja sih, kenapa? Ya karena hampir disetiap grup (baik grup whatsapp atau bbm) pasti adaaaaa aja satu orang yang diledekin sama aku. Nasib Jomblo! Oiya, untuk penutupan sebelum puasa, aku dan Bulan one day trip ke Gunung Pancar. Dan ini benar-benar seharian full, dari pagi banget sampai nyaris tengah malam, dikarenakan kami nyasar.

6.   Juni

Bulan puasa udah stop jalan-jalan. Fokus ke ibadah dan buka puasa bersama (teman atau komunitas) hampir di setiap weekend, huehehe. Buka puasa di Yayasan Islam Ni’Matul Jawahir didaerah Citayam. Seminggu kemudian buka puasa di Yayasan Setya Bumi Nusantara didaerah Jonggol. Dan setelah nahan rindu 5 bulan, akhirnya aku ketemu lagi sama adik-adik yang ikut kegiatan Tamasya Kasih. Dan mereka masih ingat aku, aku senangggggg!

7.   Juli

Mungkin karena F deketin intens pas bulan Ramadhan, jadi (kata dia) deketnya kayak ada berkahnya gitu (kedengeran palsu, ya namanya juga cowok). Atau emang udah jalannya? Entahlah. Yang jelas sih kita masih temanan, tapi teman yang nggak jaim. Dan karena aku nggak mudik, akhirnya sesudah silaturahmi ke rumah Pakde, aku ikut aja pas diajak kerumahnya Kak Sulis. Ditambah sesudah lebaran Kak Sulis dan Kak Susay mudik, jadi F bebas nyulik aku untuk sekedar jajan atau nonton. Soalnya Kak Sulis sama Kak Susay itu yang paling protektif banget dalam hal ini. Dia ogah adeknya yang manis ini dijahatin sama mantan playboy. Sekembalinya dari mudik, aku ikut Cetan Nagin (yang ada Kak Sulis dan Kak Susay juga) ke Untung Jawa lagi. Jadi ceritanya kami piknik sesudah lebaran gitu. Akhir Juli aku dikenalin sama keluarga Om-nya F. Bukan keluarga kandung sih, tapi mereka tuh dekettt banget. Ditemuin sama Alika dan nonton Alika latihan untuk pertama kali. Anak sipit berwajah manis dan berbadan syemok itu hobinya manjat-manjat wall, sama kayak Kakak keduanya yang bernama Kayla. Dan seketika aku jatuh cinta banget-banget sama anak kecil ini.

8.   Agustus

Pertama kalinya aku melihat langsung gimana cantiknya Desa Cisadon. Yang disebut-sebut sebagai tempat yang indah untuk melihat senja. Sayangnya kami melakukan perjalanan malam, dan sampai sana gelap gulita tanpa listrik. Tapi begitu pagi hari. Hwoaaaaa, cantik abis! Dan bukan dini namanya kalau nggak iseng nyulik orang. Akhir Agustus aku berisik neriakin Advent supaya nemenin aku ke Hutan Mangrove PIK. Biar sah gitu jadi anak gaul Jakarta.

9.   September

Setelah tau betapa kerennya Desa Cisadon, dan kebetulan Senin ada tanggal merah Lebaran Haji, jadilah kami ke Cisadon lagi. Kali ini kami membawa misi membuat Gapura Selamat Datang dan mainan jungkat jungkit untuk adik-adik. Karena hujan badai, aku dan F jadinya menunggu rombongan Uci dan mulai trekking sekitar pukul 22.00 WIB. Sampai sana udah menjelang Subuh. Setelah sahur, kami menginap di rumah pak RT. Barulah pagi hari kami naik ke tempat Kak Sulis dan rombongan menginap, yaitu di samping Mushollah. Markas kami kalau ke Desa Cisadon. Menjelang akhir September aku ikut berpartisipasi dalam acara ‘September is Childhood Awareness Month’ yang diadakan oleh beberapa komunitas. Aku dan ratusan orang lainnya berpartisipasi untuk membuat pita emas dari barisan orang. Yang di akhir acara ada pelepasan balon dari adik-adik penderita kanker yang tinggal di Rumah Anyo. Mengharukan sekali teman.

10.  Oktober

Aku berantem sama F sesudah nemenin Kak Susay mengantar buku untuk donasi anak-anak korban bencana di Garut. Setelah berantem, nggak lama baikan lagi. Akhirnya aku bisa ngerasain kopi yang kata F hits banget di Jakarta Selatan. Namanya Kedai Kopi Guyon. Lokasinya didepan ruko BPJS Kesehatan di daerah Fatmawati, buka dari jam 22.00 – 03.00 WIB. Untuk jadwal buka hari apa aja, plis kepoin ig-nya aja, soalnya Bang Ego kadang suka-suka kalau buka warung kopi. Kopinya tuh enaakkkkk banget, dan murah! Setelah sorenya aku dan Bulan ngopi cantik didaerah Blok M Square (nama kedai kopi dirahasiakan) dengan harga standar coffee shop, kami merasa kayak masih ada yang kurang. Aku pun ngerengek ke F, minta supaya Bang Ego buka warung kopinya lebih awal. Tepat pukul 21.15 WIB Bang Ego muncul dengan vespa dan gerobaknya. Kesan yang akan kamu dapat setelah meminum segelas kopi buatannya adalah, NAGIH! Di akhir Oktober yang bertepatan sama Sumpah Pemuda, aku ikutan baksos yang diadakan oleh komunitas Aksiqudaki di daerah Cigadung.

11.  November

Yeay, dini ulang tahun! Di kantor wajah aku habis di corat coret pake spidol. Puas lah mereka ngerjain. 3 hari sebelum ulang tahun, aku didiemin, dimarahin, pokoknya F ngeselin banget. Sampai hari Sabtu karena dirayu sama Alika, akhirnya aku nginep dan kesana sendiri naik gojek. Ternyata malamnya, setelah aku diputer-puter sampai ke d’hara 24 food court dekat Stasiun Pasar Minggu, begitu buka pintu rumah Alika, tangan aku ditarik dan… diiket di tiang. Lalu disiram air kopi sebaskom. Alika si anak kecil cakep tapi ngeselin nyiram wajah aku dari bawah dengan air kopi segayung. Sungguh kalian jahat! Ternyata, 3 hari ngeselin yang kemarin itu cuma kepalsuan. Ini hati bang bukan peer, jangan dikerjain! Seminggu kemudian, gantian F yang ulang tahun. Berhubung aku orang baik, jadi aku bikinin aja brownies-browniesan yang dibuat sampai mata nempel karena ngantuk. Karena aku kesal dituduh mau gantian ngerjain, jadilah aku coret-coret aja tangan dan wajahnya F (yang ternyata pakai spidol white board permanent, bhahaha).

12.  Desember

Ada tanggal merah lagi nih. Tadinya kami lagi-lagi mau ke Cisadon. Tapi rencana batal dan terjadi beberapa kesalahpahaman. Jadilah aku, Kak Sulis, Mas Ali, Kak Risty dan Bang Ipank kemping di Pulau Tidung Kecil. Tanpa F karena F lagi aku skors, maaf yak. Tadinya senior berempat ini ngambek ke F, giliran sampai sana aku dikasihanin. Katanya… yah kasihan dini sendirian, dan sebagainya, dan seterusnya, sampai balik lagi ke Kebagusan. Tapi ya udahlah ya, semoga mereka cepat baikan, udah pada gede juga hih. Rencananya, akhir tahun aku bakalan mudik sekalian ngabisin sisa cuti. Semoga pas mudik diajak jalan-jalan sama keluarga di kampung, aamiiin.

***

Ternyata banyak juga ya hasil ketikan dini, wkwkwk. Intinya awal tahun aku masih suka jalan-jalan doang, menengah ke akhir lebih suka jalan-jalan sambil baksos. Dan untuk kedepannya, sepertinya aku akan vakum naik gunung, mengingat kalau sepatu udah jebol dan malas beli (asalan din alasan!). Oke, sebenarnya karena aku dan F ada semacam komitmen, jadi untuk sementara stop dulu. Toh kalau ikut baksos di desa pedalaman juga akan dapat bonus berupa trekking dan view yang kece. Itu baru namanya jalan-jalan yang bermanfaat!

Resolusi 2017? Nggak muluk-muluk. Jalanin aja apa adanya, dan yang pasti semoga jadi manusia yang lebih baik dan dapat memberikan manfaat untuk orang lain. Selamat ganti kalender semuanya 🙂

Advertisements

25 thoughts on “Kaleidoskop 2016

  1. Uwaaa Din. . . ngeliat kaledioskop mu kok aku jadi ngerasa “nggak guna” banget ya? Ha ha. .

    Taunya kok aku pacaran-makan-jj dalem kota doang ternyata selama setahun. Niatan mau gedaki gunung ama campoing teh nggak ada pernah kesampean.-_-

    Like

  2. Hoalaaah. Bener-bener ternyata pada bikin Kaleidoskop.
    Tapi tahun ini dirimu bermanfaat sekali ya, ngelewatinnya pake acara sosial dan tadabbur alam 😦
    Seriusan iri -__-

    Like

  3. Pingback: Kaleidoskop 2016 – Resolusi 2017 | My Love, My Life !

  4. Wuihh, kaleideskop 2016 nya benar-benar keren banget nih, Din. Lengkap banget nutrisi hidupnya, yaa jalan-jalan, ya baksos, ya muasabah diri, ya membuat sebuah komitmen dgn F. Kalau emak2 kayak sy membuat kayak gini, kayaknya isinya seputar dapur sumur dan hahaha.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s