Galung Yang Kadang Hilang

IMG-20150222-WA0030.jpg

Satu pagi di tanggal 27 Oktober 2014, Tanjakan Cinta – Gunung Semeru

“Kak, mau gue kenalin nggak sama temen gue, namanya Galung. Orangnya begini!” kata Rekta sambil mengacungkan jempol, tanda kalau cowok yang namanya Galung itu oke.

“Galung?” tanyaku.

“Oh iya bener, kenalin kak Dini sama Galung aja ta. Yang namanya Galung tuh kak, beuuhhh… Tinggi, ganteng, ada lesungnya, kalo senyum Subhanallah…” tambah Sheila.

Kan, kan, dikomporin gitu siapa juga yang nggak penasaran. Jadilah sepanjang tanjakan cinta aku coba ngebayangin Galung itu kayak apa. Biarpun sampai ujung tanjakan cinta tetap aja nggak kebayang. Tapi yang pasti, sepanjang tanjakan cinta itu aku sebut berulang-ulang nama Galung. Tau kan mitos tanjakan cinta? Itu lho, kalau mau cintanya kesampaian sebut aja nama orangnya sampai ujung tanjakan dan jangan nengok ke belakang. Nah, saat itu aku nggak sengaja nyebut. Untungnya begitu sampai di ujung, aku baru inget kalau nama orang itu kok aneh.

Galung.

Galung?

Aneh kan.

Tenyata nama aslinya adalah Damar Prasetio. Tapi entah kenapa nama panggilannya bisa jadi Galung. Atau bisa dipanggil Damar juga. Terserah yang manggil aja. Maka, saat itu juga aku tau kalau Tanjakan Cinta hanya mitos. Karena aku kan bukan nyebut nama asli, bhahaha. Lagian pada dasarnya, hati manusia itu nggak bisa dipengaruhi sama mitos. Misalkan nih ya, kamu naksir seseorang, kamu nggak bisa paksain supaya orang itu naksir juga ke kamu. Begitulah. Tapi dalam kasus ini, aku nggak naksir Galung juga sih 😀

Kalau nggak naksir, kenapa nulis tentang Galung?

Karena Galung adalah teman aku dan Sheila yang ajaib. Enggak kok, kita berdua sama sekali nggak terpengaruh sama kegantengan dia. Kita berdua cuma tau… Galung itu baik, biarpun ganteng tapi nggak pernah sok ganteng, dan kadang rada aneh.

***

Semua cerita tentang Galung masih mengalir, sampai akhirnya aku ketemu sama dia saat melakukan perjalanan ke Gunung Pulosari di Banten. Untuk pertama kalinya aku lihat sosok itu. Kalau kata cewek-cewek lain bawaannya pengen keramas kalau lihat dia (dan sampai detik ini aku nggak ngerti maksud dari cewek-cewek itu).

Kesan pertama, tinggi. Mungkin tinggi badannya sekitar 180 cm. Kesan kedua, rada manis. Karena kalau senyum ada lesung pipi yang terlihat. Kesan ketiga, aneh. Jelas lah aneh, cuma Galung yang naik gunung bawa lovebird dan dimasukkan dalam case handphone. Jadilah itu lovebird dipinjam sama orang-orang untuk teman foto di puncak.

Berhubung Galung pengalaman naik gunungnya lebih banyak dari kita-kita, dengan ikhlas dia jadi tukang foto pas dijalur. Beda sama Egi yang mau bantuin pegang tangan pas nemu jalur tinggi. Galung malah bilang… “Pasti bisa, coba dulu!”. Seinget aku Galung cuma nolong sekali atau beberapa kali gitu, karena dia ya nuntut kita untuk bisa ngelewatin sendiri. Terakhir sebelum sampai puncak, dimana cuma aku dan Galung yang ada didepan, Galung bilang tinggal satu tanjakan lagi kalau mau sampai puncak. Aku diminta naik duluan karena dia mau foto anak-anak yang lain. Dibilang gitu, mau nggak mau aku naik sendiri. Beruntung ada abang-abang yang mau bantuin begitu lihat muka aku yang melas.

Oh iya satu lagi. Dulu pas dengar teman-temannya cerita heboh tentang Galung, aku pikir Galung sombong. Ternyata pas ketemu, dia jarang tuh ngomongin tentang pengalaman dia yang segudang. Dia lebih sering diem, kadang nanggepinnya juga bercanda.

Begitulah Galung, cowok yang rada aneh.

Sehabis naik gunung itu, kita jadi sering nongkrong. Kadang jajan di toko outdoor tempat Galung kerja. Pernah juga ke kosan Galung sewaktu Egi datang dari Serang. Di tengah malam itu, pas aku bilang mau nginep dirumah Sheila, Galung ngasih sepasang baju yang berbahan tebal. Dia bilang itu baju ngatung kalau dia pakai, jadi dia sumbangin ke aku.

Kadang aku anggapnya Galung tuh cuek, tapi perhatian juga. Buktinya pas aku sama Sheila ngerengek minta ditulisin nama sewaktu dia ke Raja Ampat, Galung ngelakuin juga tuh. Biarpun itu hasil fotonya nggak kayak di Raja Ampat, tapi lebih mirip di Kepulauan Seribu, bhahaha. Soalnya difoto dia lagi berenang dan cuma kelihatan laut aja, bukan foto Raja Ampat kayak yang ada di google. Aku bilang mau lihat foto Danau Taman Hidup, dia kirimin foto Danau Taman Hidup juga, cuma ada tulisan tangannya sih.

Suatu ketika, ada cewek yang naksir Galung. Kayaknya sih naksirrrrr banget! Teman kantornya teman aku. Sebut aja dia E. Karena aku anggap Galung teman biasa, jadilah aku mau dicomblangin sama temannya E itu, sebut aja A. Jadi kalau nongkrong ya bareng-bareng semua.

Mungkin karena aku udah anggap Galung teman, jadi kayak ada yang hilang waktu Galung dekat sama dia. Ngerasa kehilangan, sekaligus ikut senang. Apalagi kelihatannya Galung juga suka sama dia. Dari kado yang Galung kasih ke dia contohnya, itu nunjukin kalau Galung perhatian sama apa yang jadi kesukaannya E.

Tapi si E kadang begitu. Sewaktu aku ulang tahun (dimana jaraknya beberapa hari sebelum E), aku pergi ke Kawah Ratu sama teman kantor. Entah karena E lihat foto Galung di air-air juga atau gimana (sepintas mirip kayak tempat yang aku datangi), tiba-tiba E whatsapp aku dan nodong dengan pertanyaan, “Kamu ke Kawah Ratu sama Galung?”. Aku jawab enggak lah, karena emang aselinya enggak. Seketika aku langsung manyun dan pengen banget bilang ke E… “Hellow… Galung aja nggak ngucapin selamat ulang tahun ke gue, mana mungkin dia ngajak gue jalan-jalan!”. Tapi aku nggak jadi ngucapin langsung.

Biarlah. Mungkin mereka sedang jatuh cinta, jadi kadang lupa pada segalanya.

Dan kejadian di Gunung Papandayan akhir tahun 2015 lalu adalah titik balik dimana aku dan Sheila perlahan lepas dari mereka. Cuma sebagai pengingat kalau kejadian itu pernah ada, kalau kita pernah naik gunung sama mereka. Dan do’anya cuma satu, semoga aku dan Sheila nggak naik gunung sama mereka lagi 🙂

Saat itu juga aku lihat kok, gimana Galung dan E benar-benar dekat. Mereka berdua kayak saling peduli gitu. Jabat tangan sebelum kami balik ke Jakarta malam itu kayak pamitan, seolah berarti… Kayaknya kita temenan sampai sini aja ya, dilanjutkan pun bakal jadi aneh.

***

Sebenarnya sayang sih mutusin tali silahturahmi begitu. Tapi aku rasa udah cukup. Mungkin sebagian orang diciptakan hanya untuk muncul beberapa saat dalam hidup kita, bukan untuk dikenal dalam jangka waktu yang lama.

2016 pun berlalu, dan akhir 2016 lalu tepat setahun aku nggak ketemuan langsung sama mereka. Sheila pun sama. Mereka sibuk dengan dunia masing-masing. Aku pun sibuk sama dunia aku. Kita sih tetap saling like di instagram, tapi di dunia nyata mah udah nggak ketemu lagi, bhahaha.

Semoga nggak ada pihak yang marah kalau aku ngetik panjang lebar tentang Galung. Kadang seseorang akan mengingat orang lain bukan karena naksir, tapi karena lagi kangen sama pertemanannya aja. Ingat itu!

Cuma lagi kangen sama pertemanan. Kangen ngumpul juga sih sebenarnya. Dan kangen sama Galung yang kadang suka hilang. Yang dulu kalau kita pada heboh di grup ngajak jalan-jalan, si Galung malah ngilang. Kadang kalau dipanggil Galung jawabannya pasti, “Galung udah nggak ada”. Dan kita semua cuma ngangguk, mencoba paham maksudnya.

Yang pasti aku juga sama kayak Sheila, kangen ngucapin kalimat ini… “Kita kangen Galung yang selalu ngomong, ayolah… udah lama nih nggak ayo!” ketika Galung lagi susah diajak ketemu, dulu.

Iya udah gitu aja. Namanya juga menjelang malam minggu, jadi sekali-kali bikin tulisan yang rada baper. Akhir kata, selamat malam minggu semua. Jangan lupa bahagia 🙂

Advertisements

26 thoughts on “Galung Yang Kadang Hilang

    1. Iyes, Galung yang pake kacamata dipinggir. Kak nisa mah peka banget sama cowok ganteng 😂
      Tapi nggak tau juga sih hubungan mereka berdua pacaran apa enggak. Udah nggak ngikutin berita terbaru sih kak 😁

      Like

  1. Aku sering jumpa sama galung mbak.. ntah itu di mall.. ato di tempat tongkrongan.. di tv juga sering liat.. kebanyakan cewek2 sih suka ama galung.. apalagi yang terbuat dari emas ataupun berlian.. 😁

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s