One Day Trip

Sabtu Bersama Kopi

20161015_220936[1].jpg

Sabtu, 15 Oktober 2016

Di siang hari yang cukup panas itu, aku kayak mati gaya dan nggak tau mau ngapain. Mau lihat Alika latihan, tapi malas ke GOR Ragunan yang jaraknya cukup jauh dari Kebon Jeruk. Alika siapa sih? Jadi Alika itu anak kelas 4 SD bermata sipit yang manisnya nggak ketulungan, keponakannya Fahmi. Terus Fahmi itu siapa? Temannya Kak Sulis (langsung dilempar bom sama semua orang). Ribet yak, cek aja di cerita Cisadon, wkwkwk.

Lalu, aku ingat ada satu orang yang suka iseng. Aku cari namanya di whatsapp dan langsung ngetik secepat kilat, mengingat kalau sebentar lagi siang dan aku harus absen keluar kantor 😀

“Lu jadi pergi?” tanyaku pada Bulan.

“Nggak jadi, gue lagi meriang nih. Semalem abis dikerokin ibu kos. Napa emang?”

“Yah, padahal gue mau ngajak lu main.”

“Kemana?

Tuh kan, Bulan mah nggak bisa dipercaya. Baru dipancing sedikit udah murahan banget langsung nanggepin. Padahal bilangnya semalem habis sakit. Dasarrrr, wanita!

Singkat kata, kami memutuskan untuk pergi ke Filosofi Kopi. Salah satu tempat ngopi yang lagi hits sesuai sama filmnya. Berhubung Bulan lagi ada di daerah Tangerang, jadi dia agak lama berangkatnya. Ditambah perjalanan Tangerang – Blok M cukup macet kalau naik bus.

Aku yang pergi naik gojek masih santai di kantor sambil nunggu info dari Bulan yang ternyata lupa ngasih kabar karena dia ketiduran di bus. Akhirnya tepat pukul 3 pak gojek melajukan motornya menuju Blok M.

Masalah selanjutnya adalah… aku nggak tau lokasi Filosofi Kopi itu dimana 😀

Menurut maps sih ada di Melawai, cuma Melawai kan luasss, aku nggak hafal Jalan Melawai VI itu disebelah mana. Pak gojeknya juga nggak hafal. Dan motor ini udah melaju melewati Melawai Plaza, KFC Melawai, terus… sampai ujung. Akhirnya gojek belok ke kanan untuk bertanya pada tukang ojek pangkalan dan abang ojek pun nggak hafal.

Betapa bahagianya ketika tukang parkir tau letak Jalan Melawai VI. Katanya sih masuk ke dalam parkiran yang tadi depannya bertuliskan Jalan Melawai IV.

Perjalanan dilanjutkan dengan berkeliling pertokoan, dan ternyata letaknya ada didepan Blok M Square persis. Lebih tepatnya diseberang Pintu Masuk Berlian 2. Begitu turun dari gojek, aku agak malu kalau harus masuk kesana sendirian. Jadi aku jalan lurus terus dan masuk ke Blok M Square. Mending jajan Takoyaki ala-ala daripada nunggu Bulan disana sendirian, huehehe *dini mah aslinya pemalu*.

Ditengah asiknya makan Takoyaki, Bulan muncul dengan muka rada lemes. Kayaknya beneran sakit orang ini. Selesai makan, kami berjalan santai ke Filosofi Kopi.

Selama ini sih aku orangnya jarang nongkrong di kafe atau kedai kopi, jadi nggak terlalu paham keunikan tempat ataupun rasa kopinya. Tempat yang aku kunjungi juga standar banget kayak Anomali, Starbucks, J.co, dan lain-lain yang menurut aku rasa kopinya itu sama aja. Nggak gaul ya si dini? Emang!

Jadi, begitu masuk ke dalam Filosofi Kopi ya rasanya biasa aja. Suasananya ramai karena hari Sabtu. Ruangannya berkesan klasik, dan ada banyak lukisan kotak-kotak agak kecil didekat meja. Begitu masuk langsung dihadapkan pada kasir dengan menu yang ditulis di papan.

Aku memilih Cappuccino Ice yang disajikan dalam botol bening berukuran kecil, sedangkan Bulan memesan Espresso yang disajikan dalam cangkir kecil, juga Churros sebagai camilan. Ya namanya juga ngopi-ngopi cantik (dibaca: numpang nongkrong), masa nggak pesan makanan sama sekali sih.

Setelah pesanan datang, yang kami lakukan selanjutnya hanya ngobrol nggak jelas. Apapun diobrolin. Sesekali foto-foto. Juga kebanyakan main handphone. Aku coba perhatiin suasana sekitar. Rata-rata sih semua orang sama aja. Ngerumpi dengan gaya elegan, mainan handphone meskipun ada orang dihadapannya, foto-foto dan mungkin update sosmed juga.

IMG-20161015-WA0011

Saat itu di grup Keluarga Argopuro ada info dari Listi. Dia bilang kalau Alika lagi nangis ditempat latihan. Langsung aja feeling aku nggak enak. Pantes aja dari tadi pagi aku kepikiran untuk lihat Alika latihan. Maaf ya Ling 😦

Yang belum tau Alika latihan apa, dia latihan ini nih…

20160731_172658_HDR[1].jpg

Iya, anak manis ini emang keceh badai. Alika sama kakak keduanya yang bernama Kayla adalah seorang Pemanjat (biasanya panjat tebing atau wall) alias Climber. Dari kecil mereka berdua udah dibiasakan manjat-manjat gitu, dari yang namanya manjat pagar rumah, pohon, sampai wall di GOR Ragunan dekat rumah mereka. Tapi sore itu Alika lagi nangis, yang dikarenakan tangannya lecet sewaktu manjat.

Akhirnya aku cuma bikin voice note di grup, ngasih semangat untuk Alika dan janji bakal kesana Minggu depan bawain dia beng beng (biarpun nggak tau didengar apa enggak sama Alika).

Ditengah kebosanan menikmati sebotol minuman yang udah nggak dingin, muncul hasrat untuk pergi dari sini dan melanjutkan perjalanan entah kemana. Dan pilihan kami adalah naik City Tour.

Dengan berjalan cepat kami menuju Halte TransJakarta di Terminal Blok M dan bergantian memakai kartu milik Bulan. Suasana di dalam bus pada Sabtu sore cukup ramai, ada banyak anak kecil yang diajak jalan-jalan sama keluarganya. Berhubung Bulan yang pemberani, jadi dia yang nanya ke Petugas dan kami diberi tau untuk turun di Halte Tosari.

Begitu sampai Halte Tosari…

“Yah mbak, kalau City Tour mah jam segini udah nggak bisa.”

Sayang banget kan udah nyamperin jauh-jauh ternyata nggak bisa naik City Tour. Kami akhirnya memutuskan untuk sholat Maghrib di Grand Indonesia. Istirahat sebentar sambil cari inspirasi dan nyinyirin apa aja yang ada didepan mata. Dari 2 orang om-om yang ngopi bareng (kalo om ngopi sama tante baru nggak aneh kelihatannya). Mahmud yang milih jalan santai sambil jinjing tas, padahal nyokapnya kelihatan capek dorong stroller bayi. Gitu deh. Pokoknya kalau maen sama Bulan, apa juga dinyinyirin sama dia. Udahannya sih kita berdua langsung Istighfar.

Setelah puas ngomenin orang, kami balik lagi ke Halte Busway. Diem sambil nungguin bus lewat. Akhirnya dengan sisa tenaga kami naik busway menuju Blok M. Nggak penuh banget sih, tapi kami nggak kebagian tempat duduk. Berdiri didekat pintu sambil cari inspirasi mau kemana lagi.

“Guyon beneran buka jam sepuluh?” tanya Bulan.

“Emn… Ya iya. Kenapa emang?”

“Rayu Kang Garem gidah, bilang Guyon buka jam sembilan aja gitu.”

Dih… Sorry ya, emang kita cewek apaan disuruh ngerayu-rayu pria!

Tapi akhirnya aku meng-iya-kan juga. Aku tanyalah Kang Garem ada dimana, dan minta dia untuk ngerayu Ego (nama pemilik Kedai Kopi Guyon) supaya datang jam sembilan. Alasannya biar kami nggak kemalaman sampai rumah.

Oiya, sekilas tentang sebutan Kang Garem. Jadi kalau lagi chat di grup whatssapp, ig, fb atau manalah dan lagi kena ledek, pasti cara kaburnya Fahmi dengan ngetik ‘Maaf Pahmi lagi disuruh Ibu beli garem’. Dan dengan kecerdasan tinggi, pada suatu hari Mas Ali (pacarnya Kak Sulis) manggil dengan sebutan Kang Garem. Jadilah sampai sekarang sebutan itu terkenal dimana-mana.

*lanjuttt

Aku dan Bulan naik metromini atau kopaja (lupa) jurusan Fatmawati. Katanya sih nanti turun aja didepan Circle K sebelum Pom Bensin. Lokasinya sebelum RS Fatmawati. Setelah turun, kami mampir ke Pom Bensin dulu untuk sholat Isya sekalian nunggu Kang Garem datang. Begitu kami balik ke Circle K, ternyata Kang Garem udah nunggu.

Aku pikir mah lokasinya masuk dari gang sebelah Circle K, ternyata masih mau lagi. Tepatnya didepan ruko BPJS Kesehatan dan Alfamidi. Tau gitu mah langsung aja suruh turun disitu. Daripada naik motor ditigain kayak gini -___-

Ternyata Ego belum sampai, dan Bulan lapar. Sampai si Bulan selesai makan pecel ayam, barulah Ego muncul dengan vespa dan gerobaknya. Setelah bantu beberes (maksudnya Kang Garem bantuin, kita berdua mah duduk sambil ngantuk dipojokan), kami duduk manis depan sambil pesan kopi.

Aku dan Bulan pesan hot cappuccino, iya bener… kita berdua mah nggak kreatif.

20161015_221050

“Berhubung kalian berdua pelanggan pertama, nih gue kasih buat kalian,” kata Ego sambil ngasihin minuman dingin yang air embunnya menetes dari luar gelas. Heumnnn…

20161015_222240

Namanya Es Kopi Susu. Yang dimenu ada lambang bintangnya, tanda kalau minuman ini termasuk favorit. Rasanya jangan ditanya, eeennnnaaaakkkkkk baaangggeeetttt!

Biarpun aku nggak terlalu ngerti sama kopi, tapi ini asli enak. Bahkan rasanya beda dan jauh lebih enak dari pada kopi di tempat-tempat mahal. Ya emang sih disini menunya sedikit, karena disini cuma menjual manual brewing. Jadi nggak ada kopi yang di blend kekinian dan punya banyak rasa.

IMG-20161016-WA0016.jpg

Setelah beberapa saat disana, suasana mulai ramai. Pelanggannya dari yang pakai motor butut sampai yang bermobil, pokoknya banyak deh. Semua itu demi menikmati secangkir Kopi Guyon.

IMG-20161016-WA0013.jpg

Beda tempat, beda rasa. Semuanya tergantung dari selera orang-orang. Kalau aku sih suka ngopi disini. Selain murah meriah (eaaa, namanya juga wanita!), apa adanya dan cepat kenal sama orang-orang. Ya karena tempat ngopinya di parkiran ruko aja gitu. Hanya disediain beberapa meja dan kursi, kalau lagi penuh ya siap-siap aja ngemper didepan ruko. Atapnya juga langsung dibawah langit, nggak ada terpal atau tenda. Ini kekurangannya sih, apalagi kalau lagi musim ujan. Jadi berasa kayak nonton layar tancep, misbar. Tapi pelanggannya rela aja tuh, jadi sebenarnya nggak ada yang merasa rugi juga.

Kalau di kafe tempatnya tertutup dan hanya bisa ngobrol sama teman masing-masing, disini mah beda. Lokasinya yang dipinggir jalan raya bikin ada aja bahasan antara satu orang dengan yang lain. Dari yang namanya ngegodain cabe-cabean atau kakak-kakak pulang kantor yang lagi lewat, nyurakin mobil angkot yang lagi disewa suporter bola. Ada aja lah pokoknya bahasan disana.

***

Jadi… Intinya hari itu adalah hari kopi. Dari yang namanya nyobain kopi ditempat yang mahal, sampai yang harganya terjangkau.

Aku pribadi nggak terlalu ngerti jenis-jenis kopi, yang aku tau semua kopi ya rasanya enak. Buat yang suka ngopi, sekali-kali bisa lah mampir ke dua tempat itu. Dijamin kamu bakalan suka sama kopinya.

Akhir kata, semoga panjang umur para petani kopi dan seluruh perkebunan serta sayur mayur di Indonesia 🙂

Kedai Kopi Guyon

Advertisements

9 thoughts on “Sabtu Bersama Kopi

  1. Wkwkw….. Jalan-jalannya ribet amat neng. Tapi klo saya bakalan capek duluan. Biasanya klo mo pergi itu pasti udah tahu tempatnya, nyari tempatnya di hari lain gitu. Biar gak bingung dan tepat waktu aja. Klo nggak tahu tempatnya biasanya bakal buang-buang waktu karena nyasarnya.

    Like

  2. penasaran sama kopi guyon … kalau saya sih suka kopi.
    Ngopi enak itu kalau diracik dari biji kopinya, kedai kopi kecil jalanan seperti ini masih jarang .. tapi kayaknya bakalan ngetrend dan akan tambah banyak

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s