Cerita Sore

Jenuh

CIMG0958.JPG

Jum’at, 05 Mei 2017

Coba cek tanggalan, mungkin bentar lagi si dini mau dapet!

Karena dari semalem bawaannya sensi melulu. Diajak ngomong sama Bapak-Ibu, bawaannya kepengen nangis. Curhat sama yang bersangkutan dan nggak ditanggepin, bawaannya kepengen nimpuk.

Dan itu masih berlangsung sampai sekarang.

Masih sensi.

Masih kepengen nangis.

Masih kepengen nimpuk.

Mungkin karena ngerasa jenuh sama pertanyaan yang terus dilontarin sama Bapak-Ibu, padahal maksudnya baik sih. Saat jawab, aku berusaha buat yakin sama jawaban aku. Dan akhirnya Bapak-Ibu berhenti nanya.

Lalu aku cerita tentang pertanyaan dari Bapak-Ibu itu ke orang yang bersangkutan, tapi malah kayak dicuekin. Sampai sekarang pun nggak ada kalimat yang menjurus ke cerita aku semalam.

Lalu, akhirnya aku sadar…

Mungkin kemarin aku cuma sok tau dan punya keyakinan sendiri sewaktu jawab pertanyaan Bapak-Ibu, kepedean lah istilahnya. Dan aku nyesel.

Belum tentu, orang yang semalem aku bela punya pikiran yang sama kayak aku.

Belum tentu, apa yang aku bilang ke Bapak-Ibu adalah hal yang sebenarnya.

Sekarang keyakinan itu makin tipis, berkurang, dan aku nggak tau gimana caranya untuk balikin kayak semula. Atau emang nggak perlu dibalikin?

Tau ah, pusing.

Mending ngopi aja sambil main Candy Crush!

Advertisements

10 thoughts on “Jenuh

  1. Wah teenyata masih ada penggemar candy crush. Itukan game lama. Ayo move on, buanyak game baru di play store. Cuma saya sendiri udah gak ngegame sih ha ha ha……

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s