Obrolin's Giveaway

Ngeblog: Sebaik-baiknya Pelarian

img_20180327_174429-440470685.jpg

Ada berbagai macam alasan untuk ngeblog. Dari mulai karena suka menulis, sebagai pengingat kenangan, dan sebagainya. Aku pun sama, suka menulis karena hal tersebut. Tapi yang lebih spesial untukku, ngeblog adalah sebaik-baiknya pelarian.

Namanya juga idup yakan, kadang kala rasanya mau berlari ketika ada masalah datang menghampiri. Nah… Disitulah letak kebaikan ngeblog. Seperti berikut ini misalnya:

1.  Pelarian dari K-Pop

Tercatat awal mula kenal blog adalah pada tahun 2011. Harus aku akui kala itu aku masih jadi cabe-cabean yang demen banget sama K-pop. Tau kan K-pop? Itu lho, Korean Pop. Lebih tepatnya aku suka banget sama Super Junior, sekumpulan abang-abang cucok yang terlihat sangat tampan pada masanya. Nah, sebagai Kpopers sejati, tentunya aku suka baca FF (Fan Fiction) tentang mereka. Lalu karena aku suka nulis, maka aku pun menjelma jadi penulis FF yang ceritanya ngarang abis. Sebuah pelarian dari imajinasi fangirl macam aku.

2.  Pelarian dari Gunung

Oktober 2014. Adalah pesona Gunung Semeru yang kemudian menarikku dari dunia K-pop. Dari seorang fangirl yang demen nonton konser seharga minimal 500 ribu, berubah menjadi pendaki gunung yang suka banget ngegosongin kulit bagian wajah dan tangan (ciyehhh, bukan pendaki banget juga sih). Karena itu adalah pendakian pertama, maka aku pun mulai mencari tahu apa aja yang ada di Semeru. Dan tulisan yang berhasil bikin aku nggak bisa move on sejak sebelum berangkat sampai udah balik dari Gunung Semeru adalah tulisan dari Babang Acen di Jalan Pendaki. Karenanya pula, aku bikin blog ini. Sebuah blog yang awalnya sebagai persyaratan dalam mengikuti GA darinya. Apakah aku menang? Owh, tentu sajaaa. Lalu masalah mulai muncul ketika aku pusing mikirin gunung dan gunung. Berputarnya kenangan di gunung, banyaknya yang mau aku ceritakan, keinginan untuk mencapai gunung-gunung lain. Berhubung aku pusing sendiri, jadi aku putuskan untuk menceritakan beberapa pengalamanku tentang naik gunung di blog ini. Aku butuh pelarian agar kepalaku nggak dipenuhi gunung.

3.  Pelarian dari Jalan-jalan

Beberapa gunung udah aku lalui, kemudian musim hujan datang dan menghentikan langkah kaki untuk mendaki. Maka aku mulai berpikir apa lagi yang bisa aku singgahi selain gunung? Jawabannya, banyak! Dan dimulai lah sebuah misi baru. One month one trip, sebut aja begitu. Aku rasa otak bisa segar dengan jalan-jalan sebulan sekali. Jalan-jalannya juga beragam. Dari naik gunung gemes, trekking ke air terjun, sampai body rafting. Misi baru itu berjalan rutin selama setahun, sampai akhirnya aku berada di titik jenuh. Antara pengen jalan-jalan, tapi teman-teman yang biasanya aku ajak lagi pada sibuk. Nggak jalan-jalan, kepala jadi pusing. Apalagi kalau lihat foto-foto terdahulu, ah… kangen jalan-jalan! Maka, seperti layaknya cerita tentang gunung, cerita tentang jalan-jalan pun harus aku abadikan dalam bentuk tulisan beserta foto-foto pendukung dengan harapan agar orang lain mupeng. Sungguh, niat yang mulia. Ada kalanya menuliskan cerita perjalanan adalah bentuk pelarian dari rindu pada jalan-jalan itu sendiri.

4.  Pelarian dari Masalah

Aku bukan tipe orang yang suka mengumbar sesuatu secara berlebihan di sosmed. Misalkan… Curhat panjang lebar, main kata-kataan atau sindir-sindiran di sosmed. Enggak, aku nggak suka hal itu. Karena teman di sosmed adalah teman fana, maka mereka hanya perlu tahu aku yang baik-baik aja. Mereka nggak perlu tahu aku ada masalah apa, lagi sedih kenapa, mereka hanya perlu tahu bahwa hidupku bahagia. Karena eh karena, menurut penelitian 8 dari 10 temanku di sosmed adalah orang yang nggak aku kenal secara langsung. Jadi, ya unfaedah aja curhat di sosmed. Sosmed yang aku maksud disini adalah Instagram dan Twitter ya. Kalau Whatsapp mah jangan ditanya. Aku ogah curhat disana karena isinya keluarga dan kerabat dekat. Jadi, aku putuskan untuk curhat di blog. Curhat pada orang-orang hebat yang senang membaca dan berpikir cerdas. Terbukti kalau aku membahas sesuatu, mereka pasti punya jawaban yang bikin aku berpikir tentang sisi lain dari bahasanku. Terima kasih blog, kamu adalah pelarian dari masalah.

5.  Pelarian dari Kang Garem

Sebagai perempuan labil, kadang aku suka terjebak sama pemikiran aneh yang ada di kepala. Misalkan… Ketika Kang Garem lagi nggak bisa dihubungin aku akan mikir kalau dia lagi sama orang lain, padahal mah lagi nonton bola, One Peace atau main Mobile Legend. Atau ketika Whatsapp aku nggak dibales-bales sampai seharian padahal dia sesekali online, aku bisa aja mikir dia lagi sibuk chat-an sama perempuan lain, padahal aslinya mah lagi bales chat grup kerjaannya. Nah, seperti itu. Maka daripada aku pusing dan nambah dosa karena berpikir aneh-aneh, mendingan aku blogwalking aja. Hati senang, wajah ceria, dan mood jelek bisa teratasi dengan membaca tulisan dari orang-orang hebat. Sungguh, ngeblog adalah sebaik-baiknya pelarian.

***

Biarpun rada-rada aneh, tapi itulah manfaat ngeblog untukku. Kalau untuk Kakak-Kakak kece (Annisa Havni, Neng Syera dan Bijo) apa sih manfaat ngeblog bagi kalian? Aku mau tahuuu, tapi aku tahu kalian pasti syibuk. Tak apa sibuk, tak apa bikin kita-kita kangen baca tulisan kalian, yang penting kalian bahagia selalu.

Catatan: Tulisan ini diikutsertakan dalam GA dari Obrolin yang sedang Ulang Tahun. Semoga kamu juga bahagia selalu, Obrolin 🙂

Advertisements

40 thoughts on “Ngeblog: Sebaik-baiknya Pelarian

  1. Sungguh niat pelarian dari jalan-jalanmu yang biar orang mupeng, mulia sekali mbak. 😂😂

    Apa aku calonin mbk Din jadi duta wisata saja yak. Biar rajin jalan-jalan terus posting-posting 😌😌

    Liked by 1 person

  2. Iyaa aku juga nyaman curhat di blog nih, walau ya temennya di dunia berbeda eh dunia maya. Tapi ada sensasi berbeda aja curhat dengan mereka2 yg suka nulis juga, berasa ada temennya. Heem blogku isinya mash gado2 …

    Liked by 1 person

  3. Cieee.. Dini, masih suka curigaan juga ternyata sama Kang Garem 😂 klo manfaat ngeblog buat aku sih untuk meredam emosi. Jd klo lg berantem sama suami, aku suka baca2 postingan blog terdahalu dimana rasa cinta begitu manisnya dengan dia. Karena klo kita marah, kadang jd suka lupa sm hal2 baik yg pernah ‘dia’ lakuin sama kita 😍

    Liked by 1 person

  4. Lah kok samaaaaa. Huhuhu jadi terharu ada temennya T__T ngeblog itu kan nulis ya, dan menulis itu kan memang menyembuhkan. Aku paling setuju yang bagian ngeblog tapi semua juga setuju. Apalagi yang musik, cuma bedanya aku denger instrumen hehe.

    Anyway, salam kenaaal 😀

    Like

      1. Wkwkwk, aku se-mood-nya aja sih. Kalau lagi rajin nulis dan nggak [uyeng, ya nulis. Kalau lagi males nulis ya paling denger lagu-lagu coveran di yutup. Sama tidur dah. Ntar bangun tidur udah sembuhan dikit masalahnya, wkwkwk

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s