Cerita Sore

Adanya Transjakarta di Ciledug Mengubah Hidupku

Cailehhh, judulnya kurang alay apa lagi coba. Alay bener kan? Wkwkwk.

Tapi serius… Adanya Transjakarta di Ciledug itu mengubah hidupku banget. Dari orang yang akhir-akhir ini lebih suka naik ojol, menjadi orang yang suka naik kendaraan umum.

Bayangkan, bagaimana aku nggak jatuh cinta pada Transjakarta di Ciledug kalau…

1.  Jalur khusus

Aku tau kalau semua jalur bus Transjakarta itu khusus, tapi itu kan di bawah, yang masih bisa dilewatin sama pengendara lain (kecuali kalau jalurnya di palang sama Dishub). Nah, jalur di Ciledug itu ada beda-bedanya gitu deh. Jalurnya di atas. Membentang dari dekat Universitas Budi Luhur sampai menjelang Tendean. Sebenarnya halte awal ada di Puri Beta 2, namun dari situ sampai halte Adam Malik (halte yang di dekat Universitas Budi Luhur) masih lewat jalur biasa dan nggak ada jalur khususnya dikarenakan jalan yang sempit. Dulu sewaktu awal pembangunan, aku sempat kzl karena bikin jalanan macet. Udah Ciledug jalurnya sempit, lah ini ditambah pembangunan. Tapi itu dulu, kalau sekarang aku bersyukur banget Transjakarta masuk Ciledug.

2.  Waktu tempuh

Biasanya, untuk sampai di Blok M aku bisa menghabiskan waktu satu jam lebih karena macet dan Metro Mini yang ngetem. Sekarang kalau aku naik Transjakarta, palingan macetnya sebentar doang karena selepas halte Adam Malik, Transjakarta akan menaiki jalur khusus yang nggak ada lawannya. Dari Ciledug sampai Tendean hanya memakan waktu 30-40 menit. Kalau mau lebih cepat sampai Blok M, turun aja di halte Tirtayasa, dari situ tunggu Transjakarta yang ke arah Blok M. Karena aslinya, Transjakarta jurusan Puri Beta 2 – Blok M akan memutar di Tendean dan lewat Tirtayasa lagi (jadi muter gitu lho), barulah setelah Tirtayasa ada jalur menurun sebelum sampai di terminal Blok M.

3.  Pemandangan

Haltenya kan tinggi tuh, bahkan lebih tinggi dari jalan tol (jadi kayak 2 tingkat gitu kalau di lihat dari bawah). Dan aku udah pernah naik Transjakarta di berbagai waktu (tentunya dari Ciledug ke Blok M). Saat pagi hari, pemandangannya cantik abis. Matahari muncul malu-malu, dan di sebelah kanan  ujung sana terlihat pemandangan gunung. Ketika sore hari, maka matahari akan terbenam dengan cantiknya di sebelah kiri. Saat malam, lampu-lampu di bawahnya nggak terlalu terang, bahkan terkesan agak gelap. Pernah juga aku naik sewaktu mendung, dan warna langitnya seolah terbelah menjadi hitam dan putih. Ceritanya sore itu aku janjian sama Bulan ke Pasar Santa. Aku turun di halte Tirtayasa. Eh sesampainya disana hujan turun deres banget (ya emang sih sewaktu aku naik juga udah gerimis kecil). Karena halte Tirtayasa itu tinggi, kilat dan petir terlihat jelas. Awalnya aku sih senang lihatnya, tapi lama-kelamaan serem dan memutuskan untuk menunggu Bulan di bawahnya, di loket pembelian kartu. Bersyukur Mbaknya ngasih aku bangku untuk duduk. Dia bilang kalau hujan dan ada petir, halte di atas emang serem. Akhirnya aku nungguin Bulan disitu sampai selepas adzan Maghrib dan hujan berhenti.

***

Jadiiiiiiii… Aku mau berterima kasih kepada Pemerintah karena udah membangun jalur busway di Ciledug. Biarpun kata orang-orang Ciledug mah kampung, tapi mayan yak ada Transjakarta-nya, bhahaha.

Kadang aku rada kasihan sama Metro Mini dan Kopaja yang udah sepi. Tapi mau gimana lagi, Transjakarta adalah sarana transportasi yang aman, terlebih untuk wanita. Selain ada penjaganya, ada ruang khusus perempuan juga. Yang paling penting, harganya lebih mureh ketimbang Metro Mini atau angkot.

Harapan aku untuk ke depannya, semoga ada Transjakarta jurusan Ciledug – Grogol untuk mempermudah akses aku ke kantor yang berada di Kebon Jeruk. Ayolah… Plisss 😥

Advertisements

12 thoughts on “Adanya Transjakarta di Ciledug Mengubah Hidupku

  1. Hidup mobilitas angkutan umum! 😂😂
    Biar judulnya lebhaay wkwk, tapi ngerti gimana perasaannya. Seneng banget begitu ada akses baru transportasi umum yang bikin perjalanan relatif lebih singkat. Ditambah lagi menjadi makhluk2 kota metropolitan, membawa kendaraan sendiri dengan perjalanan jauh itu bisa lebih capek ketimbang ngaso2 di transjakarta

    Dan ngerti juga dengan kegamangan akan nasib kopaja. Kadang ngerasa gitu juga. Namanya juga zaman sih. Susah mau ditahan huhu

    Senang ada yang nulis tentang kehidupan transportasi umum di blog. Kok rasanya bisa ngerasa related gitu lho hahaha. Moga Ciledug-Grogol beneran ada jurusan buswaynya 🙏🏼

    Liked by 1 person

  2. Emang kalo alay mah bikin judul nggak pernah jelas, wkwkwk. Selain jurusan Blok M, ada juga jurusan ke Ragunan. Gimana orang-orang Ciledug (khususnya emak2 beserta anaknya) nggak pada kegirangan coba 😀

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s