Malam Minggu

Pria Paling Aneh

finish2-5

Dari dulu, ada beberapa pria yang sempat singgah di hidupku (yaileh Din bahasa lu, ckckck). Maksudnya, ada beberapa kenalan cowok yang punya sifat aneh. Dari yang aneh aja sampai aneh banget.

Kayak misalkan sewaktu SD, temanku suka sama kakak kelas yang beda setahun sama kita. Waktu itu aku mertahiin juga sih, mana agak caper, namanya juga bocah SD. Terus nggak tau apa penyebabnya, tiba-tiba itu cowok ngelabrak aku, dan kayak melintir tangan aku (tapi pelan doang, nggak sakit). Terus dia nanya gini… “Lu yang namanya Dini ya?!” dengan nada bentakan. Bukannya terpesona, aku malah malu. Perempuan macem apa yang dilabrak laki?! Ngeselinnya lagi, cowok itu tercatat sebagai cinta pertamanya si Dini.

Selain dia, ada lagi mantan kedua sewaktu aku kelas 2 SMA (mantan pertama ada di sini). Saking anehnya, aku sampai takut sewaktu mutusin dia di dua bulan masa pacaran. Masa dia bilang gini… “Pokoknya mau lu punya pacar sepuluh kek, lu itu tetep cewek gue!”. Horor kan.

Maka sejak saat itu, aku trauma dan nggak berani dekat sama cowok. Sampai aku kuliah, kerja. Ada sih cowok yang ngedeketin, ada juga yang sempat beberapa kali kemping ramean, tapi ya gitu… Adaaa aja hal yang bikin aku nggak jadi sama mereka. Mungkin karena aku terlalu cemen sebagai perempuan.

Tapi beberapa waktu lalu, tepatnya sebelum pertengahan tahun 2016, aku dikenalin sama seorang pria. Tingginya 172 cm, berat badannya kurus, kerjaannya suka ngaku-ngaku putih (padahal masih putihan aku).

Tuh kan, aneh!

Dan setelah kenal selama 2 tahun lebih, semakin meyakinkan aku kalau dia adalah pria paling aneh sedunia. Mau tau apa aja keanehan dia? Inilah 5 hal, nomer sekian bikin anda terkejut! (click bait biar kayak yutup).

1.  Foto dong

Mungkin dari awal kenal emang udah ada yang aneh, tapi aku belum sadar sepertinya. Tapi saat itulah aku sadar betapa abang yang satu ini aneh. Jadi pada bulan Desember 2016 aku ikut keluarga mudik ke Wonogiri. Kita semua menempuh berbelas-belas jam menuju kampung Mbah. Dan pagi hari itu, sekitar pukul 6 kurang kami berhenti di salah satu tempat makan dan sarapan di daerah Pasar Semin. Selesai makan, ada whatsapp dari Kang Garem.

Foto kek

Ogah ah (balasku malu-malu)

Yaelah, pelit amat! Abis berhenti lama juga luh -___-

Hah? Kok tauuuuu?

Sekilas keliatan aja, hehehe

Seketika suasana mobil jadi horor. Tengkukku kayak ada yang niup-niup, merinding. Jadi, apakah Kang Garem nempelin cctv padaku?

2.  Siapa Dia?

Pada suatu malam, ketika kita berdua lagi whatsapp-an, Kang Garem membahas hal yang diluar biasanya.

Di deket rumah kamu, ada laki yang sepantaran gitu nggak sih? Atau yang diatas kamu, tapi belum nikah?

Heumn, nggak ada kayaknya. Udah pada nikah semua.

Yakin? Coba inget-inget.

Nggak ada ih, sotoy amat. Emang kenapa deh?

Enggak, soalnya arahnya dari sekitar kamu. Ada satu laki, belum nikah, kayaknya suka sama kamu deh. Masalahnya kalo tetangga gitu kan pasti udah dikenal sama Mama sama Bapak kan. Aku jadi takut deh.

Takut kenapa?

Ya takut kalo Mama sama Bapak lebih setuju ke dia lah. Takut kalo lu dinikahin sama tetangga lu. Secara kalo tetangga kan udah jelas semuamuanya.

Percakapan malam itu ditutup dengan aku yang ngambek dan berpikir kalau Kang Garem ngomong gitu karena sengaja, mungkin dia punya gebetan makanya sengaja mancing keributan sama aku.

Sampai beberapa hari kemudian, sewaktu aku pulang kerja dan tiduran di kamar Ibu, tiba-tiba Ibu cerita gini…

“2 hari lalu Bapak kan sholat Jum’at di Masjid, eh ketemu sama aa. Terus dia nanya Dini udah dilamar belom? Kalo belom mau dia lamar aja.”

Aku bengong, antara kaget tapi lebih ke takut karena tebakan Kang Garem mendapatkan angka 100. Akhirnya aku cuma bisa menjelaskan ke Ibu dengan nada sedikit nge-gas (Dini mah gitu, cepet esmosyian). Dan meyakinkan kalau hubungan aku dan Kang Garem adalah serius, kami hanya butuh waktu.

Setelah itu aku langsung laporan sama Komandan karena tebakannya benar.

3.  Sakit kepala

Pernah satu malam, aku bilang kalau kepala aku sakit. Dengan sejuta emot nangis-nangis akhirnya Kang Garem telepon ke whatsapp aku.

“Kenapa sih?” tanyanya heran.

“Kepala aku sakit,” kataku nyaris nangis karena emang sakit banget.

“Yaudah pegang kepalanya.”

Aku menyiapkan tanganku dan menunggu aba-aba selanjutnya.

“Duh… Aku bilang pegang kepala.”

“Ini aku udah pegang kepala.”

“Itu jidat woy, jidattt!!! Kalo aku bilang kepala, berarti tandanya pegang ubun-ubun!”

Aku meliriik tangan kanan yang ternyata emang aku templokin ke jidat. Duh… ini tangan siapa yang ngajarin dah. Tapi tunggu, kita kan cuma telepon yak, bukan video call, kok dia bisa tau kalau tangan aku salah pegang?

Begitu tangan aku memegang ubun-ubun, Kang Garem memintaku mengikutinya membaca do’a. Alhamdulillah udah nggak sakit lagi.

4.  Pengen Sukotjo

Sewaktu aku dijemput dari K-Mart Wijaya, aku merengek minta mampir ke Pasar Santa, minta dijajanin eskopi. Tapi Kang Garem nggak mau ke sana. Dia malah melajukan motornya melewati jalan tembusan yang nggak aku hafal.

Lalu setelah sampai di Ciputat, lebih tepatnya aku nggak tau ini tempat apa. Dia menghentikan motornya, kemudian memberikan aku uang untuk jajan eskopi susu.

“Gue tau, lu sebenernya pengen Sukotjo kan.”

Aku cuma tersipu malu-malu kucing. Meskipun bibir aku ngucapnya Pasar Santa, tapi tadi sewaktu di bonceng motor aku sempat berucap seperti ini dalam hati… Duh, pengen nyobain Sukotjo deh.

5.  Seneng amat sih lu…

“Ciyehhh, udah lega dong?

“Apaan?” tanyaku sok nggak paham.

“Udah lega ya? Akhirnya aku ke rumah. Terus Mama sama Bapak juga udah lega, nggak usah nanya-nanya lagi kapan aku ke rumah.”

Diihhh, yaiyalah seneng. Namanya juga dikasih kejelasan. Coba tanya sana, perempuan mana yang nggak girang kalau mengalami kejadian ini. Kayaknya untuk masalah ini, semua orang bisa nebak deh kalau aku senang. Meskipun jalan setelahnya, masih berliku panjang, dan akan semakin ruwet saat menuju hari-H.

***

Gimana, gimanaaa???

Apakah Kang Garem cukup aneh? Ataukah semua orang juga mengalami hal yang serupa dengan pasangannya? Kalau ada, coba kasih tau akuuu (udah kepo, maksa pula). Ya biar malam minggu kita lebih berfaedah aja gitu, wkwkwk.

Advertisements

19 thoughts on “Pria Paling Aneh

  1. Waadadaaaaaaw, berat badan kuruuuuuus. BHAIIIIIQ ~

    Ululu suwit sekali sih yaaah. Kang garem cenayang abis wkwkw :p
    Legaaa ya, legaaaaaaa. Saya kapan bisa melegakannya ya. Suda ke rumah melulu, tapi belum menembung-nembung :’)

    Liked by 1 person

  2. Wah kang garem anak indihome…eh indigo 😂
    Klo udh gini, tiati jgn ngebatin klo liat cwo ganteng dpn mata krn kang garem bakalan tau.
    Tp enaknya klo pgn sesuatu cukup ktmu kang garem trs ngomong aja dlm hati, pasti kang garem peka hahaha.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s