Film

#UlasanFilm: 5 cm

5cm-the-movie-laris-diorder-lewat-itune-00e3b1.jpg

Dalam rangka kangen Semeru, maka aku mengulang nonton film 5 cm. Dimana pada akhirnya, aku akan buat ulasan film ala-ala Dini tentang 5 cm. Film yang berawal dari novel idola sewaktu aku sekolah dan masih imut-imut.

Aku inget banget, sesaat sebelum film ini dibuat (atau saat ada rumor kalau film ini mau dijadikan layar lebar), banyak pendaki gunung atau para pecinta alam yang menolak film tersebut karena takut Gunung Semeru akan terkena eksploitasi oleh tangan-tangan anak alay setelah nonton film itu. Tapi iya juga sih, banyak yang jadi penasaran dan akhirnya mendaki ke sana. Termasuk aku.

Enggak deng.

Aku sendiri pengen banget naik gunung bukan setelah nonton filmnya, melainkan sejak baca novelnya. Jadi aku punya cita-cita mendaki gunung, tapi nggak kesampaian karena pas aku mau mendaki, eh Gunung Gede (waktu itu ada kesempatannya baru sampai Gunung Gede) kebakaran. Ditambah lagi aku nggak punya Kartu Pelajar. Batal sudah.

Ahelah Din, kebanyakan curhat!

***

Alkisah…

Genta (Fedi Nuril), Arial (Denny Sumargo), Zafran (Herjunot Ali), Riani (Raline Shah) dan Ian (Igor Saykoji) adalah lima remaja yang telah menjalin persahabatan sepuluh tahun lamanya. Mereka memiliki karakter yang berbeda-beda. Zafran yang puitis, sedikit “gila”, apa adanya, idealis, agak narsis, dan memiliki bakat untuk menjadi orang terkenal. Riani yang merupakan gadis cerdas, cerewet, dan mempunyai ambisi untuk cita-citanya. Genta, pria yang tidak senang mementingkan dirinya sendiri sehingga memiliki jiwa pemimpin dan mampu membuat orang lain nyaman di sekitarnya. Arial, pria termacho di antara pemain lainnya, hobi berolah raga, paling taat aturan, namun paling canggung kenalan dengan wanita. Ian, dia memiliki badan yang paling subur dibandingkan teman-temannya, penggemar indomie dan bola, paling telat wisuda. Ada pula Dinda (Pevita Pearce) yang merupakan adik dari Arial, seorang mahasiswi cantik yang sebenarnya dicintai Zafran. Suatu hari mereka berlima merasa “jenuh” dengan persahabatan mereka dan akhirnya kelimanya memutuskan untuk berpisah, tidak saling berkomunikasi satu sama lain selama tiga bulan lamanya.

Selama tiga bulan berpisah penuh kerinduan, banyak yang terjadi dalam kehidupan mereka berlima, sesuatu yang mengubah diri mereka masing-masing untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan. Setelah tiga bulan berselang mereka berlima pun bertemu kembali dan merayakan pertemuan mereka dengan sebuah perjalanan penuh impian dan tantangan. Sebuah perjalanan hati demi mengibarkan sang saka merah putih di puncak tertinggi Jawa yaitu di puncak Mahameru pada tanggal 17 Agustus. Sebuah perjalanan penuh perjuangan yang membuat mereka semakin mencintai Indonesia. Petualangan dalam kisah ini, bukanlah petualangan yang menantang adrenalin, demi melihat kebesaran sang Ilahi dari atas puncak gunung. Tetapi petualangan ini, juga perjalanan hati. Hati untuk mencintai persahabatan yang erat, dan hati yang mencintai negeri ini.

Segala rintangan dapat mereka hadapi, karena mereka memiliki impian. Impian yang ditaruh 5cm dari depan kening.

(Sumber: Wikipedia)

***

Ada beberapa poin yang aku ambil dari film 5 cm, beserta hal-hal yang kesannya aneh menurutku. Dan ini berdasarkan urutan di film dan juga dari perbedaan di novel serta pengalamanku ke Semeru pada tahun 2014 lalu.

1.   Karakter Riani

Diatara semua pemain, sepertinya Sis Raline Shah jadi yang nggak sesuai sama Riani. Selain karena nggak berkacamata, body-nya kurang seperti Kate Winslet, dan nggak bawel karena Sis Raline itu sekalem aku. Tapi cantik banget, Subhanalloh.

2.   Secret Garden yang Terlalu Mewah

Dalam novel, tempat main mereka berlima yang ada di rumah Arial digambarkan sederhana (atau bayangan aku yang terlalu sederhana?). Sebuah bungalow yang terbuat dari bambu dan hanya dihiasi lampu taman berwarna kuning. Seperti itu. Tapi di filmnya mewah amat yak, wkwkwk. Dan adegan dimana Zafran berlarian dari rumah ke bungalow melewati rumput taman sambil nyeker pun hilang. Padahal aku udah membayangkan adegan itu bakal seindah apa, dan inti dari perasaan Riani harusnya udah tergambarkan sejak adegan itu.

3.   Kereta Zaman Dulu vs Sekarang

Film ini diambil dari kisah nyata. Karena Om Donny angkatan jadul, dan sepertinya perjalanan dilakukan sekitar tahun 2000-an, jadi jam keberangkatan kereta MATARMAJA pas syuting sepertinya mengikuti zaman dulu. Berangkat jam setengah 3 sore lewat, sampai di Malang pukul setengah 3 sore lebih keesokan harinya, wow 24 jam!!! Sedangkan pada tahun 2014, kereta MATARMAJA yang aku tumpangi nggak sampai selama itu. Kami berangkat sekitar pukul 3 sore, sampai di Malang sekitar pukul 8 pagi. Terima kasih KAI atas kemajuannya. Oiya, dan di novel nggak ada adegan Ian bawa-bawa kardus indomie sambil ngejar kereta ya, itu mah terlalu drama.

4.   Posisi Mobil Jeep Sewaktu di Jemplang

Gara-gara adegan ini, aku jadi mengulang nonton filmnya lagi sepulang dari Semeru. Masalahnya ya, posisi Jeep-nya terbalik, bhahaha. Yang harusnya Jemplang ada di sebelah kiri, dan pucuk Mahameru ada di sebelah kanan saat Jeep berangkat, lah ini kebalikannya.

5.   Kadang Ada Jalur Terbalik

Mungkin karena syuting, jadi jalurnya berubah. Kalau aslinya di sebelah kanan adalah tebing, dan kiri jurang. Maka di film ada adegan dimana kanan mereka itu jurang, dan kiri adalah tebing. Tapi pas adegan Genta nyamperin Riani, bener sih. Sayangnya tanjakan di sebelah pos 3 nggak ada, padahal itu tanjakan aduhai luar biasa dan jadi tanjakan tertinggi menuju Ranu Kumbolo.

6.   Celana Jeans dan Packing-an Keril

Yang dikritik habis-habisan dari film ini, bahwa memakai celana jeans untuk pendakian. Aku sendiri pas pertama kali kesana, dan beberapa kali naik gunung, pernah pakai celana jeans, wkwkwk. Kalau pas ke Semeru pertama emang salah sih, karena jeans hitam yang aku pakai bahannya panas dan sering melorot pas manjat-manjat. Tapi ada jeans warna biru dongker yang jadi andalan aku untuk naik gunung. Bahannya nggak terlalu tebal dan alusss banget. Nyaman deh dipakainya. Tapi pas celana itu sobek, aku jadi beli celana trekking deh. Kalau aku pribadi, lebih menyesalkan packing-an keril yang mereka bawa. Tenda dan jaket ditenteng. Padahal itu mengganggu pendakian. Sepengetahuan aku, teman-temen mengajarkan kalau barang bawaan diutamakan masuk ke dalam tas semua. Atau kalau jaket nggak muat, bisa di ikat di luar keril.

7.   Kurang Air?

Serius, pas diperjalanan menuju Arcopodo geng Power Rangers ini kekurangan air minum dan minta ke pendaki lain. Mungkin sih supaya kesannya sesama pendaki itu ramah dan saling tolong menolong. Mbok yo dipikirin juga gitu, masa bawa rombongan tapi kekurangan air. Padahal di Ranu Kumbolo bisa ambil air se-tangki truk kalo mau.

8.   Pada Saat Summit

Summit atau melakukan perjalanan menuju puncak gunung, sangat disarankan untuk membawa air dan makanan. Minimal air putih dan roti. Lah ini, udah muncak ber-enam, nggak ada yang bawa air. Mau seret bang pas sampe tenda? Terus nggak bawa kamera nih yakin? Nggak bisa foto-foto kalau di filmnya mah.

9.   Berenang di Ranu Kumbolo

Seingatku, di novel nggak ada adegan berenang di Ranu Kumbolo. Tapi di filmnya ada. Yha, mungkin pas syuting lagi summer kali Semeru-nya. Yang jelas, suhu pada tahun 2014 aja masih dingin banget. Aku bahkan pernah bikin agar-agar dan ditaruh pada danau selama kurang lebih setengah jam. Sesudahnya, taraaa… Agarnya jadi dong. Makanya aku bingung, itu ada adegan berenang, emangnya jari jemarinya nggak pada kisut apa ya kena air dingin? Wkwkwk. Bayangkan dulu pas tahun 2000-an Ranu Kumbolo itu sedingin apa, di saat masih jarang yang mendaki ke sana. Tapi ya, karena Kangmas Junot ganteng pas lagi berenang, yasudah ku maafkan.

10.  Hilangnya Percakapan Ajaib

Begitu banyaknya percakapan ajaib di novel, yang kadang lucu (lucu pada masanya) dan menambah pengetahuan. Tapi di filmnya, hanya adegan inti dan nggak ada obrolan ngalor ngidul diantara mereka. Aku kehilangan, huhuhu. Maklum aja deh, kan namanya film mah durasi yak.

***

Terpelas dari adanya perbedaan antara film dan novelnya, 5 cm adalah sebuah cerita yang menyentuh hati (cailah). Tentang cita-cita dan persahabatan anak manusia. Tentang sebuah perjalanan yang mengubah hidup. Tentang cinta yang memang sudah seharusnya diutarakan.

13 thoughts on “#UlasanFilm: 5 cm

  1. Susahnya film adaptasi novel ya itu, masing2 pembaca udh punya gambaran sendiri haha

    Waktu 2014, ada mas2 mau sok ide berenang, diteriakin dong sama pendaki lain, ya kita ambil buat minum, masak, masnya masuk pake kolor doang haha

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s