Cerita Sore

Biru

20160504_064743

Belum genap satu minggu berita duka datang dari Wira yang kehilangan anaknya di usia 12 hari. Sebagai calon ibu, tentu aja hati aku merasa miris. Ya emang sih, kejadian kehilangan anak ini bukan yang pertama kali aku dengar.

Ada Kak Sulis, yang awal tahun 2018 lalu kehilangan janinnya di usia kandungan kurang dari 6 bulan. Waktu itu aku sama Kang Garem masih pacaran dan belum merencakan pernikahan. Kami menjenguk Kak Sulis, dan disitu aku lihat kalau Kak Sulis itu tegar banget! Bercerita tentang banyak hal, dan pasti menghibur aku dengan nggak menunjukkan foto janinnya. Dia bilang dia nggak mau aku takut (lebih tepatnya trauma) karena hal tersebut.

Tapi alhamdulillah, beberapa bulan setelah kejadian itu Kak Sulis diberi kepercayaan kembali dan bayi itu telah lahir dengan selamat pada  bulan Maret ini. Subhanallah…

Lalu minggu ini, Advent tiba-tiba masuk ke ruanganku dengan isak tangis, mengabarkan kalau bayi yang baru 12 hari dilahirkan oleh Wira meninggal dunia. Aku memang belum pernah bertemu dengan Wira, tapi sejak temenan sama Advent, aku udah kenal baik sama Danthy (kakaknya Wira). Aku tau cerita awal Wira, sejak dia menikah kemudian langsung diberi kepercayaan berupa bayi laki-laki ganteng yang lahir pada akhir Juni.

Perasaanku nggak usah ditanya, sedih galau seharian. Belum lagi kalau aku lihat instastory Wira. Apalagi sebagai seorang yang sedang mengandung, banyak hal-hal yang membuatku berpikir. Tentu aja pikiran yang menyerempet pada hal buruk (amit amit amit amit).

Lalu tadi pagi, nggak tau kenapa handphone-ku menjadi silent (pas ngantuk mungkin kepencet). Begitu aku lihat layar, ada panggilan tak terjawab dan Ibu dan Baba Ciledug. Kalau nggak penting-penting amat, kayaknya jarang deh Ibu dan Baba telepon sepagi ini. Dan benar aja. Ada satu lagi berita duka.

“Hallo dek…” Baba langsung menjawab dengan suara kencang dan bergetar. Sedangkan di belakangnya ada suara-suara ribut.

“Kenapa, Ba?”

“Lek Ipat meninggal, dek. Ini ngomong sama mama kamu nih.”

Hati aku langsung jatuh. “Innalillahi wa innailaihirojiun, terus aku gimana? Aku ikut ke sana?” Aku nyaris jerit, tapi dari belakang Kang Garem ngusap-ngusap punggung aku.

“Nggak usah, lagian mobilnya nggak muat. Mama ngabarin aja. Ini udah mau berangkat nih.”

“Iya, pada hati-hati yak.”

“Iya, dek.”

“Assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikumsalam.”

Sesudahnya aku langsung nyusruk ke sebelah Kang Garem, mungkin dia kaget karena tiba-tiba ditabrak sama panda.

“Yang di Bekasi ya?” tanya Kang Garem.

Aku cuma bisa ngangguk. “Aku udah lama banget nggak ketemu…” tangisku masih meledak. Sedih karena pas lebaran belum ketemu. Soalnya aku nggak ikutan mudik sama yang lain.

“Iya…”

Dan terjadilah adegan idung mampet serta mabok karena kalau aku udah nangis kejer pasti begitu. Sewaktu buka handphone lagi, ternyata udah di share di grup keluarga sejak jam setengah 6 pagi. Tapi karena handphone aku ter-silent, jadi aku baru baca. Dan ternyata rombongan Ciledug bukan otw ke Bekasi, melainkan ke Pandeglang. Karena emang rumah orang tua Lek Ipat berada di Pandeglang.

“Udahan nagisnya, kan belom rapi-rapi berangkat kerja.”

***

Kami adalah keponakan yang tau persis cerita tentang Lek Ipat. Sejak kami masih kecil sampai rata-rata dari kami udah berumah tangga. Dari Lek Ipat masih gemuk, sampai menjadi kurus karena sakit komplikasi beberapa tahun belakangan ini (mungkin sekitar 5 tahunan).

Sama seperti almarhum Om, Lek Ipat juga orang yang ceria dan suka melucu. Dengan logat sundanya kadang suka ngeledekin kami. Apalagi pas aku belum nikah, seneng amat dia meledek.

Ah… Lek, tenang di sana ya. Alloh Maha Penyayang, semoga sakit Lek selama ini jadi pelebur segala dosa-dosa Lek. Semoga husnul khotimah, aamiiin. Kami semua sayang  banget sama Lek.

12 thoughts on “Biru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s