SABTU BERSAMA KOPI

20161015_220936[1].jpg

Sabtu, 15 Oktober 2016

Di siang hari yang cukup panas itu, aku kayak mati gaya dan nggak tau mau ngapain. Mau lihat Alika latihan, tapi malas ke GOR Ragunan yang jaraknya cukup jauh dari Kebon Jeruk. Alika siapa sih? Jadi Alika itu anak kelas 4 SD bermata sipit yang manisnya nggak ketulungan, keponakannya Fahmi. Terus Fahmi itu siapa? Temannya Kak Sulis (langsung dilempar bom sama semua orang). Ribet yak, cek aja di cerita Cisadon, wkwkwk.

Lalu, aku ingat ada satu orang yang suka iseng. Aku cari namanya di whatsapp dan langsung ngetik secepat kilat, mengingat kalau sebentar lagi siang dan aku harus absen keluar kantor 😀

Read More

SETAHUN BERLALU

3d18f3b9-1b4e-4c63-83df-8344b3c67ec7.jpg

Minggu, 19 Maret 2017

Jakarta lagi panas-panasnya hari ini. Panasnya sampai nembus tulang. Heran, padahal daging aku kan tebel, tapi masih aja nembus.

Mata juga perih banget. Mungkin karena semalam aku abis kepikiran tentang beberapa hal. Namanya juga dini, dia yang baca chat orang, dia juga yang udahannya jadi kepikiran. Ditambah chat barusan itu masalahnya sama persis kayak penyebab perang dunia ke-5, tiga minggu yang lalu.

Continue reading “SETAHUN BERLALU”

TIPS NONTON KONSER (OUTDOOR)

CIMG0240.JPG

Minggu, 12 Maret 2017

Jadi karena lagi ada edisi skors, udah dua kali malam minggu ini aku nggak pergi kemana-mana alias diem aja dirumah. Ini semua karena (sebut saja dia) Kang Garem yang bikin emosi, huft!

Dan karena nyaris mati gaya, akhirnya aku nyalain netbook di dini hari ini. Niat awal sih mau ngebersihin isinya yang penuh sama foto-foto zaman penjajahan dulu, sewaktu negara api belum musnah dan dini masih alay, bhahaha.

Read More

SELAMAT ULANG TAHUN PRIA PALING GANTENG SEDUNIA!

26faecdd-f037-43e1-8122-a360c5713094.jpg

Jakarta, 10 Maret 2017

Alkisah… 59 tahun yang lalu, lahir seorang anak laki-laki di Desa Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Biarpun masih termasuk Jogja, tapi letaknya dibagian ujunggggg banget dan jauh dari hiruk pikuk Malioboro yang hits banget itu.

Iya, Ponjong itu kampung sekali saudara-saudara! Biarpun kampung, tapi jangan salah, pemandangannya cakep! Masih banyak sawah, pepohonan, sumber air. Apalagi di depan rumah Mbah masih ada lahan kosong yang disulap jadi kebun dan kolam ikan ala-ala sama tante. Enak sih kalau mau masak sayur tinggal metik, tapi… disana banyak kucing, bikin aku bersin-bersin terus. Jadinya kalau mudik, paling aku nginep disana sehari semalam aja. Selebihnya aku nginep dirumah Mbah dari Ibu yang ada di daerah Wonogiri. Maafkan anakmu ini Pak yang jarang nginep sana 😂

Continue reading “SELAMAT ULANG TAHUN PRIA PALING GANTENG SEDUNIA!”

#CERPEN: JODOH

20160504_074734[1]

Rumah, Desember 2015

Aku memandang beberapa foto pria di handphone. Yang pertama kasep sih, tapi jarak usianya 6 tahun, dan menurutku itu agak jauh. Yang kedua baik sih, tapi agak mesum. Yang ketiga, ketiga itu yang mana ya? Ah nggak tau lah. Kayaknya posisi mereka semua itu sama. Namanya juga gebetan, jadi posisinya sama aja. Nggak ada yang menang.

Sekali lagi aku memandang foto mereka.

Ah… susah ya kalau jadi cewek. Gebetan banyak tapi nggak tau serius apa enggak. Yang kode mah banyak. Tapi masa iya sih seumur idup dikodein cowok doang. Aku… kan… juga… mau… nikah…

Continue reading “#CERPEN: JODOH”

GALUNG YANG KADANG HILANG

IMG-20150222-WA0030.jpg

Satu pagi di tanggal 27 Oktober 2014, Tanjakan Cinta – Gunung Semeru

“Kak, mau gue kenalin nggak sama temen gue, namanya Galung. Orangnya begini!” kata Rekta sambil mengacungkan jempol, tanda kalau cowok yang namanya Galung itu oke.

“Galung?” tanyaku.

“Oh iya bener, kenalin kak Dini sama Galung aja ta. Yang namanya Galung tuh kak, beuuhhh… Tinggi, ganteng, ada lesungnya, kalo senyum Subhanallah…” tambah Sheila.

Continue reading “GALUNG YANG KADANG HILANG”

SEANDAINYA

20151225_115024.jpg

Beberapa hari ini, si dini lagi nyebelin banget! Dikit-dikit sensi, dikit-dikit ngambek, dikit-dikit marah. Untuk semua korban yang kena sama aku, maafkan yak.

Alasan terakhir kenapa aku sensi adalah, karena lagi PMS. Sumpah ya, kalau lagi PMS itu tuh aku susahhhhhh banget nahan diri untuk nggak marah. Biarpun untuk hal yang kecil. Kadang, hal yang biasa dibercandain jadi aku anggap serius. Kayak seminggu lalu itu contohnya. Karena bercandaan biasa, aku nanggepinnya serius. Dikepala ini nggak bisa yang namanya nggak mikir yang macam-macam. Yang buruk lah pemikirannya.

Beruntung, yang aku marahin masih bisa nahan diri. Iyaaa, nahan diri supaya nggak ngelempar golok ke aku 😀

Continue reading “SEANDAINYA”